Mungkin gak afdhol kalo dalam launching (*eaa launching) blog ini, kita gak kenalan dulu. Langsung aja. Aku adalah aku. Aku adalah seonggok daging yang tak perlu kalian lihat, tapi berusaha untuk tetap dianggap ada oleh orang lain. Mungkin bukan sebagai diriku sendiri, aku hanya butuh untuk dihargai.
Seperti kata pendahuluku, "Manusia dengan manusia lain itu derajatnya sama. Saling bertemu lalu saling melupakan. Tak ada yang benar-benar terus hidup di dunia ini. Namun, tulisannnya-lah yang membuatnya terus hidup, dikenang masa." Jadi cukup jelas mengapa aku membuat blog ini, mengapa aku terus menekan jariku dalam barisan keyboard, mengapa tatapan ini takkan pernah jauh dari layar teknologi. Ya, aku ingin menulis. Aku ingin dianggap ada dan dihargai.
Aku sama seperti kalian, seorang pengelana ilmu. Tak perlu kalian tahu aku menimba ilmu di mana, atau bahkan ternyata aku tidak melakukannya pun, itu tidak penting. Aku ingin kalian mengenal siapa aku lewat tulisan-tulisan ini. Aku tak ingin kalian mengenalku dalam dunia nyata. Aku tidak ingin menjadi PHP-ers kalian atau dalam bahasa bakunya pembohong bagi kalian. Karena dalam kenyataannya, orang tidak selalu sama seperti kemayaannya.
Aku ingin kalian belajar dari tulisan-tulisanku. Begitu juga aku, aku juga ingin belajar dari tulisan-tulisanku sendiri. Belajar memahami kehidupan. Belajar memahami perasaan orang lain, seperti Newton dengan buah apelnya, walau dalam kenyataannya hal itu lebih sulit. Yang terpenting, belajar bagaimana untuk tetap terus hidup dalam dunia ini.
Perkenalan ini mungkin terasa menyedihkan. Ya, mungkin. Aku ingin kalian menyadari bahwa kalian memang harusnya sudah sadar. Terkadang, hanya lewat kesedihan-lah yang akan membuka hati, membuka jalan untuk kita.
Hidup itu bukan seperti jalan tol, lurus terus tanpa ada hambatan. Tetapi, hidup itu seperti roller coaster. Ada saatnya kita berada di atas, dan ada saatnya kita berada di bawah. Saat berada di atas, kita terlalu takut untuk jatuh. Tetapi saat kita di bawah, kita ingin segera menuju ke atas, menggantungkan mimpi setinggi-tingginya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar